Dawai kehidupan itu selalu bergetar. Bak seorang penyanyi yg selalu bernyanyi. Apa pun itu tentang kehidupan, selalu berakhir diantara dua pilihan dan hanya menuju satu tempat yang indah. Tak banyak orang yang mampu melalui berbagai cobaan dengan tenang dan selalu optimis dengan sebuah keyakinan. Mungkin hanya ada satu (1) diantara 1000 (seribu).
Suka maupun duka itu seLaLu menghampiri disetiap jalan hidup seseorang. Semuanya tergantung pada individu dalam menyikapinya. Banyak sekali kisah memilukan disekeliling kita dan ada juga kisah bahagia pula-itulah keseimbangan hidup yang memang nyata seperti itu adanya.
Seseorang sering sekaLi mengeLuh ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapannya dan Tuhan Lah yang menjadi sasaran keluhannya itu. Apakah tidak ada negosiasi terlebih dulu y..? kenapa harus Tuhan yang menjadi tempat mengeLuh ketika susah?... aku pun bukan orang yang munafik, sering kali aku berbuat seperti itu-namun aku cepat-cepat bangkit dan menyadarinya.
Tuhan sering sekali dilupakan ketika seseorang merasa bahagia, suka cita, dan sukses dalam hidupnya. Terkadang rasa bersyukur itu terLupakan..:(… heran, tapi ituLah kenyataannya. Lagi-lagi kita hanya mengingat Tuhan dikaLa sedang diLanda kesusahan. . . Kasian sekaLi Tuhan, dikala umatnya bahagia Tuhan diabaikan - dan disaat kesusahan mereka selalu mengeLuh pada Tuhan.
*Maaf kan KAmi Tuhan, bukan maksud kami seperti ini…, Engkau pasti mengerti isi hati kami tanpa kami utaraKan disini*
Yach, ini Lah sifat asLi manusia – “egois”. Sepertinya Lika-likU kehidupan itu tak akan berhenti hanya pada satu step saja, masih banyak lagi yang harus dihadapi. Seperti nyanyian yang mengandung nada-nada indah dengan berbagai macam not-not nada. Itulah nyanyian kehidupan yang mendayu-dayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar